Showing posts with label Poems. Show all posts
Showing posts with label Poems. Show all posts

26 Oct 2010

Merantaulah

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah - lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang


Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan

Merantaulah...

BERBANGGALAH BAGI KALIAN YANG TELAH MERANTAU


Bait puisi ini diterjemahkan dari karya Imam Syafi'i.
Muhammad bin Idris asy-Syafi`i atau Imam Syafi' Lahir di Gaza, Palestina, 150 H / 767M dan meninggal di Fusthat, Mesir 204H / 819M. Beliau merantau ke Madinah dan Iraq pada umur 20 tahun demi mencari ilmu. Kini Mahzab beliau telah menjadi pedoman jutaan umat Islam di dunia. Yaitu Mahzab Syafi'i

18 Oct 2010

Perpisahan, Biarlah Terjadi

Tak lagi ada suara
tak ada canda yang membahana
yang ada hanyalah isyarat
detakan hampa di dada…

sekian lama terbina asa
harus kikis dalam album kenangan
entah apa maknanya
buat kita sadar bahwa hidup
memang fana…



Inilah detik-detik terakhir
saat kita harus berpisah…
Sahabat,
tataplah mataku
mungkin akan engkau temui
ungkapan hati kecilku,

Genggamlah tanganku,
mungkin kau akan merasakan hangatnya
kebersamaan kita dahulu…

Tak usah dicela,
biarlah semua terjadi atas Qodrat-Nya
biarlah kebisuan ini tetap terjaga
mungkin kelak akan kita rindukan,

Jikalau ada sebait asa di jiwa
biarlah terangkai menjadi lirik-lirik lagu cinta
Jikalau ada sebiji noda di qalbu
Singkapkanlah jauh dari pikirmu

Biarlah angin berhembus seperti biasa
Biarlah matahari terus berotasi…
Biarlah!

Karena kini,
Kita berhenti mengerti
arti sebuah kebersamaan
dan di persimpangan jalan ini,
kita melangkah sendiri-sendiri…

22 Apr 2009

Silence

Today, We are silent
We are not talking about the past
Not even the future
Just let it flow in the hands of time
Because, we cant do anything for today

Today, we are silent
about the melancholy grief and hardship
we cannot do anyhting about it
let the tsunami occurs
Lapindo sludge dins
the large flood floods
landslides happens
disasters and catastrophies
just pretend its not set eyes
think it never happens

today, we’re silent
about democracy
about politics
the legislative parliament
about the general election
coz, they tend to disclaim their words
just think that we never even elected them

today we are silent
about the laws and criminalism
corruption cases everywhere
illegal loggings
bribeable prosecuters
lets just say, we never heard about it

Today we are silent
About the economic conditions
Global turnovers and inflations
Export and imports
People queued for petroliums
Let the police deal with the prostitute
Just seems to not understand them all

Today, we are silent
About the religion and beliefs
Because we’ve broke Gods commands
And because
silence is for the better